Kisah Jumat yang membawa Berkah
Dalam hati saya berfikir tumben anak saya bontot belum pulang. Rasa khawatir mulai muncul, ada apa gerangan ? Saya coba untuk kirim WhatsApp takut ganggu pekerjaannya, sembari berdoa dalam hati Ya Rabb lindungilah anak saya dimana pun dia berada. Namun di WhatsApp nampak sepi tanpa ada respon. Kucoba tenangin diri sambil nunggu balasan dari anakku bontot. Klik bunyi nothif hp menandakan ada balasan dalam hati saya berdoa semoga anak saya senantiasa dalam lindunganNya.
Alhamdulillah ketika aku lihat balasan WhatsApp anak saya bilang, maaf ma saya telat pulang nunggu gajian. Alhamdulillah terima kasih ya Allah anak saya tidak ada masalah. Dengan rasa lega saya melanjutkan tugas rutin saya yg tertunda sesaat.
Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu terbuka dan nyembul kepala jagoanku. Ini mah, untuk mama. Kata anak saya sambil ngulurin tangannya ke tanganku Apa dik ini ? Kata saya. Ya untuk mama. Timpal anak saya. Saya lihat uang 50 ribuan ditangan sambil nanya untuk apa ? Buat mama. Katanya. Alhamdulillah, terima kasih dik ucapku. Ada Rasa haru, campur bangga dan syukur memiliki anak lelaki yang masih SMK pulang PKL, sudah mengerti sama orang tuanya. Semoga kelak jagoanku menjadi anak yg sholeh, dan berbakti kepada orang tuanya, Aamiin
Tags:
Perjalanan
Perjalanan Hidup
Perjalanan Dakwah
Perjalanan Karier
Perjuangan
Perjuangan Hidup
Perjuangan Dakwah
Perjuangan Karier
Riwayat
Riwayat Hidup
Riwayat Dakwah
Riwayat Karier
Sejarah
Sejarah Dakwah
Sejarah Hidup
Sejarah Karier
Cerita
Cerita kehidupan
Cerita Dakwah
Cerita Karier
Kisah
Kisah Hidup
Kisah Dakwah
Kisah Karir
Renungan
Renungan Hidup
Renungan Dakwah
Renungan Karier
Kiat Khusus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar